PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTHALATE) PADA CAMPURAN ASPAL AC-WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

Salma Alwi, Anung Sudibyo, Herni Herni

Abstract


Campuran aspal beton adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran antara batuan (agregat kasar dan agregat halus) dengan bahan ikat aspal. Campuran ini memiliki kelemahan yaitu terhadap cuaca di Indonesia yang rentan terjadi kerusakan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukanuntuk bahan tambah yang dapat meningkatkan kekuatan dan membantu perbaikan konstruksi jalan aspal. Bahan tambah yang digunakan adalah sampah botol plastik PET (Polyethylene Terephthalate) dan material yang digunakan aspal pen 60/70 dan jenis filler semen dan abu batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik Marshall pada campuran aspal Laston AC-WC dengan penambahan PET dengan kadar 1%, 1.5%, 2%, 2.5%, dan 3% dengan metode cara kering (dry process) dan dihitung dari berat aspal pada kadar aspal optimum (KAO). Hasil penelitian menunjukkan dengan cara kering karakteristik Marshall  bahwa nilai stabilitas, VIM, VFB dan MQ  dengan penambahan kadar 1% sampai 3% telat memenuhi syarat Spesifikasi Umum Jalan dan Jembatan 2018 Divisi 6 Tentang Perkerasan Aspal sedangkan nilai flow dan VIM tidak memenuhi syarat yang ditetapkan. Penambahan PET dengan kadar 2% merupakan kadar yang dapat digunakan dalam campuran beraspal, karena telah memenuhi syarat tertentu.


Keywords


PET, Laston AC-WC, KAO, Cara Kering

Full Text:

PDF

References


Anita, Rahmawati dan Rama Rizana. 2013. Pengaruh Penambahan Limbah Plastik Polipropilena sebagai Pengganti Agregat Pada Campuran Laston Terhadap Karakteristik Marshall. UMY, Yogyakarta Konferensi Nasinoal Teknik Sipil 7 (KoNTeKS 7) Universital Sebelas Maret (UNS) – Surakarta, 24-26 Oktober 2013.

Direktorat Jendral Bina Marga 2018. Spesifikasi Umum Jalan dan Jembatan Divisi 6 Revisi 3,Tentang Pekerasan Jalan.

Elhamy, Muhammad Zaky. 2018. Pengaruh Penggunaan Plastik High Density Polyethylene Pada Lapis Aspal Beton AC-WC Terhadap Karakteristik Marsall.Tugas Akhir. Jurusan Tekni Sipil Politeknik Negeri Samarinda.

Mujiarto, Iman. 2005. Sifat dan Karakteristik Material Plastik dan Bahan Aditif. Traksi Vol.3. No.2, Desember 2005.

Nasution, M. Fadil Natoras, dkk. 2018. Pengaruh Penambahan Plastik PET (PolyethyleneTerephthalate Terhadap Karateristik Campuran Laston AC-WC di Laboratorium.

Prameswari, Putri Ajeng, dkk. 2016. Pengaruh Pemanfaatan PET pada Laston Lapis Pengikat Terhadap Parameter Marshall. Jurnal Rekayasa Sipil Dan Desain (JRSDD), Edisi Juni 2016, Vol.4 No.2 Hal: 294-305 (ISSN:2302-0011).

Pratama, Nugraha Yuda, dkk. 2018. Pengaruh Penggunaan Sampah Botol Plastik Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Lapis Aspal Beton (Laston). Vol.5, No.3.

RSNI M-01-2003. Metode Pengujian Campuran Beraspal Panas Dengan Alat Marshall.

Saputra Dian Eka. 2012. Analisa Bahan Tambahan Serat Polypropylene (Fiber Plastic Beneser) Pada Campuran Aspal Beton. Tugas Akhir Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

Setiyawan Widar Rahmat. 2013. Kinerja Penambahan Serat Polypropylene Terhadap Karakteristik Marsahll Menggunakan Bahan Pengikat Shell 60/70 Dengan Kadar Aspal 6,75%. Universitas Negeri Yogyakarta 2013.

Suhardi, dkk. 2016. Studi Karakteristik Marshall Pada Campuran Aspal Dengan Penambahan Limbah Botol Plastik. Jurnal Rekayasa Sipil Dan Desain (JRSDD), Edisi Juni 2016, Vol.4 No.2, Hal: 284-293(ISSN:2303-0011).

Sukirman, Silvia. 1992. Perkerasan Lentur Jalan Raya. Bandung: Nova.

Suroso, Tjitjik Wasiah. 2008. Pengaruh Penambahan Plastik LDPE (Low Density Polyethilen) Cara Basah dan Cara Kering Terhadap Kinerja Campuran Beraspal. Redaksi Media Komunikasi Teknik Sipil, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan.

Standar Nasional Indonesia, SNI ASTM C136:2012. Metode Uji untuk Analisa Saringan Agregat Halus dan Agregat Kasar.

Standar Nasional Indonesia, SNI 03-1969-2008. Metode Pengujian Berat Jenis Agregat Kasar dan Penyerapan.

Standar Nasional Indonesia, SNI 03-1970-2008. Metode Pengujian Berat Jenis Agregat Halus dan Penyerapan.

Standar Nasional Indonesia, SNI 03-2417-2008. Metode Pengujian Abrasi dengan Mesin Los Angeles.

Standar Nasional Indonesia, SNI 06-2432-2011. Metode Uji Daktilitas Aspal.

Standar Nasional Indonesia, SNI 06-2434-2011. Cara Uji Titik Lembek dengan Alat Cincin dan Bola (ring and ball).

Standar Nasional Indonesia, SNI 06-2441-2011. Metode Pengujian Berat Jenis Aspal.

Standar Nasional Indonesia, SNI 06-2456-2011. Metode Uji Penetrasi Aspal.

Standar Nasional Indonesia, SNI 06-2489-1991. Metode Pengujian Marshall Test.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Inersia

Contact Person:

Daru Purbaningtyas, ST., MT.
Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Samarinda
Jl. Dr. Ciptomangunkusumo Kampus Gunung Lipan Samarinda 75131
Phone: +6285228660189
Email: tekniksipil@polnes.ac.id